Materi Perkuliahan, Pendidikan, Pekerjaan dan Karier
Selasa, 18 Desember 2012
gmpconsultant.co.id
GMP Indonesia
Tentang
The preferred Business Consultant in Indonesia
Misi
Provides a variety services of consultation, training and development of qualified human resources. Providing the highest satisfaction to our clients through a professional process, the determination of the best quality standards in human resources and it’s committed to employee development and profitability.
Information
Guna Maxima Perdana (GMP) Indonesia intends to become “The Customer Service Company” . To achieve these goals, we continue to work hard to become a trusted partner that can provide real benefits to the business of our customers. GMP main purpose is to achieve growth and consistent profitability. For that we are working to make it happen by increasing its ongoing partnership with our trainers, utilizing advances in technology, and become a trusted consulting firm.
Produk
1. Training Platform
2. Business Consultant
3. Marketing and Research
4. Seminar and Conference
Jumat, 06 April 2012
Kurikulum Disiplin Ilmu Sosiologi
Makalah
Kurikulum
Disiplin Ilmu Sosiologi

Tri
Hatmoko Jati Pamungkas
AKTA
IV
UNIVERSITAS TUNAS
PEMBANGUNAN
SURAKARTA
2011
A.
Rasional
Ketika sosiologi dan antropologi diajarkan sendiri-sendiri
sering kali terjadi pengulangan karena banyaknya materi yang tumpang tindih.
Hal itu membawa implikasi dalam berbagai topik pembelajaran, guru kesulitan untuk
membedakan antara kajian sosiologi dan antropologi. Kalaupun dapat dibedakan,
kajian antropologi terlalu abstrak bagi siswa sekolah menengah. Atas dasar itu
kajian antropologi menjadi bagian dari sosiologi.Sejumlah persoalan yang
dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran sosiologi antara lain sebagai
berikut:
1.
Terlalu menekankan
kemampuan kognitif, khususnya kemampuan mengingat/ menghafal yang dalam
prakteknya akan mematikan kreatifitas anak.
2.
Metode pengajaran lebih
menekankan proses deduktif dari pada proses induktif.
3.
Isi atau substansinya
terlalu “tinggi”, terlalu teoretis, abstrak, dan terkesan mencakup terlalu
banyak hal.
4.
Kurang memberi ruang bagi
guru dalam mengembangkan materi untuk pendalaman terhadap komponen-komponen
yang dianggap perlu.
5.
Kurang memberikan
kesempatan kepada guru untuk mengembangkan materi lokal sehingga muncul kesan
bahwa belajar Sosiologi bukan belajar tentang kenyataan hidup sehari-hari
melainkan belajar sesuatu yang sangat asing bagi siswa.
6.
Banyak materi Sosiologi
yang tumpang-tindih dengan Antropologi. Hal ini makin menambah kebingungan
guru-guru yang tidak memiliki dasar pengetahuan antropologi dan sosiologi yang
memadai.
7.
Metode pembelajaran sangat
monoton yang didominasi oleh ceramah satu arah, guru memperlakukan setiap aspek
dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) sebagai satuan-satuan yang
berdiri sendiri dan terpisah dari pokok bahasan induknya, padahal sesungguhnya
setiap pokok bahasan dan topik yang dibahas merupakan suatu system yang
masing-masing aspeknya saling terkait.
Persoalan tersebut memperkuat alasan
untuk melakukan pembaruandalam pembelajaran sosiologi. Di sisi lain, secara
yuridis, arah kebijakan Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1999 tentang
pendidikan menyatakan bahwa pemerintah perlu melakukan pembaharuan system pendidikan,
termasuk kurikulum. Perubahan kurikulum dilakukan melalui diversifikasi
kurikulum yang bertujuan untuk melayani danmengakomodasi keberagaman peserta
didik, kondisi, kebutuhan danpotensi daerah. Untuk itu, dalam pengembangan
kurikulum yang berdiversifikasi, perlu ditetapkan kurikulum sebagai acuan dan
target pencapaian hasil belajar secara nasional.Sesuai dengan pemikiran
tersebut, dalam Peraturan Pemerintah RI No.25 tahun 2000 tentang kewenangan
pemerintah dan kewenanganpropinsi sebagai daerah otonom bab II pasal 2 ayat (3)
untuk BidangPendidikan dan Kebudayaan dinyatakan bahwa kewenangan pemerintah
antara lain:
1.
Menetapkan standar
kompetensi siswa dan warga belajar sertapengaturan kurikulum nasional dan
penilaian hasil belajar secaranasional serta pedoman pelaksanaannya.
2.
Penetapan Materi Pokok
pelajaran pokok.
3.
Penetapan kalender
pendidikan dan jumlah jam efektif setiap tahunbagi pendidikan dasar, dan
sekolah menengah.
Standar Kompetensi mata pelajaran
Sosiologi ini adalah salah satu bentuk pengimplementasian kebijakan di atas.
Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, daerah atau sekolah perlu
menjabarkan kurikulum berbasis kompetensi ini ke dalam bentuk silabus yang
memuat target pencapaian secara nasional dan diperkaya dengan materi-materi local
sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan potensi daerah.Dalam kedudukannya sebagai
sebuah disiplin ilmu sosial yang sudah relatif lama berkembang di lingkungan
akademis, secara teoritis idealnya sosiologi memiliki posisi strategis dalam
membahas dan mempelajari masalah-masalah
sosial-politik dan budaya yang berkembang dimasyarakat. Karenanya, pengajaran
Sosiologi perlu semakin tanggap dansensitif terhadap perkembangan di masyarakat
dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang
ada.
Melihat masa depan masyarakat kita,
Sosiologi semakin dituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang
didalamnya mencakup demokratisasi,meliputi desentralisasi dan otonomi,
penegakkan HAM, good governance (kepemerintahan yang baik), emansipasi,
kerukunan hidup bermasyarakat dan masyarakat yang demokratis dengan cara:
- Menyeimbangkan antara fungsi pengambilan keputusan, fungsi pencerahan dari keterbatasan, keterkungkungan dan kemerosotansosial (dehumanisasi).
- Lebih menekankan induksi dari pada deduksi.Melakukan penilaian yang seimbang antara kognisi, keterampilan,afeksi, yang diwujudkan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa,dimulai dari mengenali, mengidentifikasi, menganalisis, memaparkan, menafsirkan, memahami, menjelaskan, mensikapi sampai mengkritisi.
- Menjawab tantangan sekarang dan yang akan dihadapi di masa depan dalam pengembangan sumber daya manusia, maka perlu dilakukan peninjauanKurikulum 1994 berdasarkan kompetensi dasar. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.
- Dengan demikian, pembelajaran sosiologi berperan sebagai wahana pengembangan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pemahamannya terhadap fenomena kehidupan seharihari.Sebagai wahana pengembangan kemampuan siswa, materi pelajaran mencakup konsep-konsep dasar, pendekatan, metode, dan teknik analisis dalam pengkajian berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui dalamkehidupan nyata hidup bermasyarakat. Materi tersebut sekaligus menjadipengantar bagi siswa-siswa yang berminat mendalami sosiologi lebih lanjut
B.
Pengertian
Sosiologi pada dasarnya mempunyai dua
pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu, Sosiologi
merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun
secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode,
Sosiologi adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang
ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggung
jawabkan secara ilmiah.
- Fungsi dan Tujuan
1. Fungsi
Pengajaran Sosiologi di
Sekolah Menengah berfungsi untuk meningkatkan kemampuan siswa
mengaktualisasikan potensi-potensi diri
mereka dalam mengambil dan mengungkapkan statusdan peran masing-masing dalam
kehidupan sosial dan budaya yangterus mengalami perubahan.
2. Tujuan
Tujuan pengajaran
sosiologi di Sekolah Menengah pada dasarnya mencakup dua sasaran yang bersifat
kognitif dan bersifat praktis. Secarakognitif pengajaran Sosiologi dimaksudkan
untuk memberikanpengetahuan dasar Sosiologi agar siswa mampu memahami
danmenelaah secara rasional komponen-komponen dari individu,kebudayaan dan
masyarakat sebagai suatu sistem. Sementara itu sasaranyang bersifat praktis
dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan sikap dan perilaku siswa yang rasional
dan kritis dalam menghadapi kemajemukan masyarakat, kebudayaan, situasi sosial
sertaberbagai masalah sosial yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
- Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran sosiologi
adalah sebagai berikut:
1.
sosiologi sebagai ilmu dan
metode
2.
interaksi sosial
3.
sosialisasi
4.
struktur sosial
5.
kebudayaan
6.
perubahan sosial budaya
- Standar Kompetensi Pelajaran
Standar Kompetensi mata pelajaran
sosiologi , yaitu:
1.
Memahami realitas sosial
dalam keanekaragaman budaya dan masyarakat yang ditemui dalam kehidupan
sehari-hari.
2.
Memahami struktur dan
dinamika sosial budaya, serta dapat memahami arti penting sosiologi dan
antropologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
3.
Menganalisis secara kritis
dan menentukan sikap dalam situasi sosial yang dihadapi dengan ditunjukkan oleh
kemampuan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat.
4.
Melangsungkan komunikasi
sosial dengan berbagai pandangan dan pendirian yang dijumpai dalam kehidupan
sosial.
- Rambu - Rambu
- Kurikulum berbasis kompetensi merupakan pedoman bagipengembang kurikulum di daerah untukmenyusun silabus yangakan digunakan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengelolaproses belajar mengajar di sekolah.
- Pemahaman pengembang kurikulum di daerah terhadap kurikulummerupakan syarat mutlak agar dapat menyusun silabus sesuaidengan kebutuhan daerah.
- Dalam kurikulum berbasis kompetensi, metode dan sumberbelajar yang digunakan tidak dicantumkan secara khusus agarguru dapat mengembangkan kurikulum secara optimal berdasarkan kompetensi yang harus dicapai dan disesuaikandengan kondisi setempat. Dalam penggunaan sumber belajar,dianjurkan jangan menggunakan sumber yang seragam. Biarkansiswa menggunakan sebanyak mungkin referensi yang relevan.Ini bukan berarti siswa harus memiliki banyak buku, melainkanharus banyak baca buku.
- Penggunaan jam tatap muka diharapkan seefisien mungkin,terutama menyangkut hal-hal baru yang perlu diinformasikan secara klasikal, membantu siswa dalam memecahkan masalah yang ditemuiketika mereka belajar mandiri, atau untuk melakukan konfirmasitentang hal-hal yang belum dipahami sepenuhnya oleh siswa. Untukpengembangan selanjutnya diupayakan agar siswa banyak belajar dari pengalaman sendiri, interaksi dengan teman sebaya, ataumasyarakat saat berada di luar kelas.
- Pendekatan pembelajaran sosiologi adalah pendekatan pembelajaran aktif yang memfungsikan guru, siswa dan sarana belajar secara sinergi. Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut:
a.
Keseimbangan antara
kognisi, keterampilan, afektif dankeseimbangan antara deduksi dan induksi.
b.
Penyajian materi perlu
menggunakan ilustrasi (contoh,deskripsi, gambar) dan pemberian tugas secara
aktif.
c.
Proses pembelajaran
dilakukan dengan upaya memfasilitasitumbuhnya dinamika kelompok di dalam kelas,
sehinggaterwujud siswa yang mandiri dalam belajar.
- Pengorganisasian materi pengajaran sosiologi berdasarkan struktur keilmuan.
- Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam mempelajari konsep-konsep
sosiologi siswa dimungkinkanuntuk mencari, mengolah, dan mengkomunikasikan informasitentang
masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya denganmemanfaatkan teknologi
informasi
Para siswa dapat membaca buku,
majalah, atau surat kabar yangmemuat tulisan atau artikel mengenai masalah yang
berkaitandengan masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya. Untukmemahami
posisi tulisan atau artikel tersebut serta untuk memahamikebijakan apa yang
ditawarkan untuk memecahkan masalah, tentusaja para siswa harus membacanya
dengan seksama dan tidak cukupsatu kali. Bawalah bahan-bahan yang diperoleh ke
kelas. Beritahukanlah bahan-bahan tersebut kepada guru dan teman sekelas. Para
siswa juga dapat didorong untuk mencari dan mendengarkan laporan berita pada
televisi atau radio yang berkenaan dengan masalah masyarakat, budaya,
lingkungan, dan perubahannya serta kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah
tersebut. Bawalah informasi tersebut ke kelas untuk diberitahukan kepada guru
dan teman sekelas.
KOMPETENSI DASAR,
INDIKATOR, DAN
MATERI POKOKPROGRAM STUDI
ILMU SOSIAL
Kelas : X
Standar Kompetensi : 1. Kemampuan memahami nilai dan norma dalam membentuk
keteraturan hidup bermasyarakat.
No
|
Kompetensi Dasar
|
Indikator
|
Materi Pokok
|
1.
|
Kemampuan
menganalisis peranan
sosiologi dan
antropologi dalam
mengkaji masyarakat
sebagai sistem sosial
budaya yang dinamis
|
·
Mendeskripsikan konsep konsep dasar
dan metode-metode sosiologi dan antropologi
·
Mendeskripsikan konsep-konsep
tentang realitas sosial budaya
·
Mendeskripsikan hubungan
antaraberbagai konseptentang realitas sosial budaya
·
Mengidentifikasi data sosiologis dan
antropologis tentang fenomena sosial di lingkungan setempat
|
Sosiologi dan
antropologi sebagai
Ilmu tentang perilaku
sosial dalam
masyarakat
|
2.
|
Kemampuan
menganalisis interaksi
sosial sebagai dasar
pembentukan pola
keteraturan dan
dinamika sosial
budaya
|
·
Mendeskripsikan Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial
·
Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi
yang mendorong terciptanya lembaga, kelompok, dan organisasi sosial
·
Mendeskripsikan proses pembentukan lembaga,
kelompok, dan organisasi sosial
·
Mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya
|
Interaksi sosial dalam
dinamika sosial
budaya
|
3.
|
Kemampuan
menganalisis proses
sosialisasi dalam
pembentukan
kepribadian
|
·
Mendeskripsikan peran nilai dan
norma sosial dalam proses sosialisasi
· Mendeskripsikan
proses sosialisasi
· Mengidentifikasi
faktor-faktor membentuk kepribadian
· Membuat
tulisan berdasarkan data sekunder atau primer tentang hubungan pembentukan
kepribadian denga, kebudayaan
|
Sosialisasi dan
pembentukan
kepribadian
|
4.
|
Kemampuan
menganalisis
terjadinya perilaku
menyimpang
|
·
Mengindentifikasi terjadinya
perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna
·
Mengklasifikasi jenis-jenis Lembaga pengendalian
sosial
·
Menguraikan berbagai cara pengendalian
sosial
·
Memberikan opini atau ulasan tentang
akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial.
|
Perilaku menyimpang
dan pengendalian
sosial
|
PROGRAM STUDI ILMU SOSIAL
Kelas : XI
Standar Kompetensi : 1.
Kemampuan menganalisis berbagai faktor penyebab konflik sosial dan dampaknya
serta memberikan alternatif pemecahannya.
No
|
Kompetensi dasar
|
Indikator
|
Materi Pokok
|
1.
|
Kemampuan
menganalisis konflik
dan
integrasi sosial
|
·
Mengidentifikasi
berbagai
konflik dalam
masyarakat
·
Membedakan konflik
dengan
kekerasan
·
Mendeskripsikan
sebab-sebab
konflik
dalam
masyarakat
·
Mengidentifikasi
bentuk-bentuk
integrasi
sosial
·
Mendeskripsikan
faktor-faktor
pendorong
integrasi sosial
|
Konflik dan integrasi
sosial
|
No
|
Kompetensi dasar
|
Indikator
|
Materi Pokok
|
2.
|
Kemampuan
menganalisis
bentukbentuk
struktur
sosial
|
·
Mendeskripsikan
pengertian
struktur
sosial
·
Mendeskripsikan
faktor-faktor
pembentuk
ketidaksamaan
sosial
·
Mengidentifikasi
diferensiasi
sosial
(berdasarkan
ras,
etnis,
agama, dan
jender)
dan berbagai
bentuk
stratifikasi
sosial
di masyarakat
·
Membedakan berbagai
pengaruh
diferensiasi
dan
stratifikasi sosial
berdasarkan
pengamatan
atau
kasus
yang terdapat di
masyarakat
|
Diferensiasi dan
stratifikasi
sosial
|
3.
|
Kemampuan
menganalisis
konsekuensi
perubahan struktur
sosial
|
·
Mendeskripsikan
berbagai
konsekuensi
diferensiasi
sosial dan
stratifikasi
sosial
·
Mendeskripsikan
konsekuensi
dari
perubahan
konsolidasi
dan
interseksi
terhadap
diferensiasi
dan
stratifikasi sosial
·
Memberikan gagasan
tentang
langkahlangkah
penanganan
sosial
budaya menuju
integrasi sosial
|
Konsekuensi bentukbentuk
struktur sosial
terhadap konflik dan
integrasi
sosial
|
No
|
Kompetensi dasar
|
Indikator
|
Materi Pokok
|
4.
|
Kemampuan
menganalisis
dinamika
kebudayaan
|
·
Mengidentifikasi
unsur-unsur
kebudayaan
·
Mendeskripsikan
hubungan
antara
unsur-unsur
kebudayaan
yang
terdapat
di masyarakat
·
Mendeskripsikan
dinamika
unsur-unsur
kebudayaan
|
Dinamika
kebudayaan
|
5.
|
Kemampuan
mengembangkan
sikap dalam
masyarakat
multikultural
|
·
Memberi contoh
tentang
masalahmasalah
yang
ditimbulkan
oleh
keanekaragaman
dan
·
perubahan kebudayaan Mengungkapkan
alternatif
pemecahan
masalah
yang
ditimbulkan
oleh
keanekaragaman
dan
perubahan
kebudayaan
berdasarkan
potensi
lokal dan nasional
·
Menentukan sikap
yang
kritis terhadap
hubungan
keanekaragaman
dan
perubahan
kebudayaan
·
Mengembangkan sikap
toleransi
dan empati
sosial
terhadap
hubungan
keanekaragaman
dan
perubahan
kebudayaan
|
Kehidupan masyarakat
multikultural
|
PROGRAM STUDI ILMU SOSIAL
Kelas : XII
Standar Kompetensi : 1. Kemampuan membiasakan diri untuk berperilaku yang tepat dalam
menghadapi pengaruh atau tantangan perubahan sosial
No
|
Standar
Kompetensi
|
Indikator
|
Materi
Pokok
|
1.
|
Kemampun
menganalisis
mobilitas sosial dalam
kehidupan sosial
budaya
|
·
Membedakan jenis-jenis mobilitas
sosial
·
Mendeskripsikan proses terjadinya mobilitas
sosial
·
Mengidentifikasi dampak mobilitas sosial
|
Mobilitas Sosial
|
2.
|
Kemampun
menganalisis
perubahan sosial
budaya di masyarakat
|
·
Mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan
sosial budaya
·
Mengidentifikasi faktor pendorong dan
penghambat perubahan sosial budaya
·
Memberi contoh dampak perubahan sosial
budaya sebagai akibat modernisasi dan globalisasi
·
Mengidentifikasi tantangan global terhadap eksistensi jati-diri bangsa
·
Mengemukakan gagasan atau pemikiran
untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa
|
Perubahan sosial
budaya
|
3.
|
Kemampun
merancang dan
melakukan penelitian
sederhana tentang
perubahan sosial
budaya
|
·
Merumuskan masalah Penelitian
·
Merumuskan rancangan penelitian sosial
budaya
·
Memilih metode penelitian
·
Mengumpulkan dan mengolah data hasil
penelitian
·
Membuat laporan penelitian
·
Mempresentasikan hasil penelitian
|
Penelitian sosial
budaya
|
Daftar
Pustaka
Depdiknas. 2003. Jakarta: Kurikulum Standar Kompetensi (Mata Pelajaran Sosiologi)
Langganan:
Postingan (Atom)