Jumat, 06 April 2012

Kurikulum Disiplin Ilmu Sosiologi






Makalah
Kurikulum Disiplin Ilmu Sosiologi








Tri Hatmoko Jati Pamungkas
AKTA IV


UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN
SURAKARTA
2011
A.    Rasional
Ketika sosiologi dan antropologi diajarkan sendiri-sendiri sering kali terjadi pengulangan karena banyaknya materi yang tumpang tindih. Hal itu membawa implikasi dalam berbagai topik pembelajaran, guru kesulitan untuk membedakan antara kajian sosiologi dan antropologi. Kalaupun dapat dibedakan, kajian antropologi terlalu abstrak bagi siswa sekolah menengah. Atas dasar itu kajian antropologi menjadi bagian dari sosiologi.Sejumlah persoalan yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran sosiologi antara lain sebagai berikut:
1.              Terlalu menekankan kemampuan kognitif, khususnya kemampuan mengingat/ menghafal yang dalam prakteknya akan mematikan kreatifitas anak.
2.              Metode pengajaran lebih menekankan proses deduktif dari pada proses induktif.
3.              Isi atau substansinya terlalu “tinggi”, terlalu teoretis, abstrak, dan terkesan mencakup terlalu banyak hal.
4.              Kurang memberi ruang bagi guru dalam mengembangkan materi untuk pendalaman terhadap komponen-komponen yang dianggap perlu.
5.              Kurang memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan materi lokal sehingga muncul kesan bahwa belajar Sosiologi bukan belajar tentang kenyataan hidup sehari-hari melainkan belajar sesuatu yang sangat asing bagi siswa.
6.              Banyak materi Sosiologi yang tumpang-tindih dengan Antropologi. Hal ini makin menambah kebingungan guru-guru yang tidak memiliki dasar pengetahuan antropologi dan sosiologi yang memadai.
7.              Metode pembelajaran sangat monoton yang didominasi oleh ceramah satu arah, guru memperlakukan setiap aspek dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) sebagai satuan-satuan yang berdiri sendiri dan terpisah dari pokok bahasan induknya, padahal sesungguhnya setiap pokok bahasan dan topik yang dibahas merupakan suatu system yang masing-masing aspeknya saling terkait.
Persoalan tersebut memperkuat alasan untuk melakukan pembaruandalam pembelajaran sosiologi. Di sisi lain, secara yuridis, arah kebijakan Garis-garis Besar Haluan Negara tahun 1999 tentang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah perlu melakukan pembaharuan system pendidikan, termasuk kurikulum. Perubahan kurikulum dilakukan melalui diversifikasi kurikulum yang bertujuan untuk melayani danmengakomodasi keberagaman peserta didik, kondisi, kebutuhan danpotensi daerah. Untuk itu, dalam pengembangan kurikulum yang berdiversifikasi, perlu ditetapkan kurikulum sebagai acuan dan target pencapaian hasil belajar secara nasional.Sesuai dengan pemikiran tersebut, dalam Peraturan Pemerintah RI No.25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenanganpropinsi sebagai daerah otonom bab II pasal 2 ayat (3) untuk BidangPendidikan dan Kebudayaan dinyatakan bahwa kewenangan pemerintah
antara lain:
1.      Menetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar sertapengaturan kurikulum nasional dan penilaian hasil belajar secaranasional serta pedoman pelaksanaannya.
2.      Penetapan Materi Pokok pelajaran pokok.
3.      Penetapan kalender pendidikan dan jumlah jam efektif setiap tahunbagi pendidikan dasar, dan sekolah menengah.
Standar Kompetensi mata pelajaran Sosiologi ini adalah salah satu bentuk pengimplementasian kebijakan di atas. Dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar, daerah atau sekolah perlu menjabarkan kurikulum berbasis kompetensi ini ke dalam bentuk silabus yang memuat target pencapaian secara nasional dan diperkaya dengan materi-materi local sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan potensi daerah.Dalam kedudukannya sebagai sebuah disiplin ilmu sosial yang sudah relatif lama berkembang di lingkungan akademis, secara teoritis idealnya sosiologi memiliki posisi strategis dalam membahas dan  mempelajari masalah-masalah sosial-politik dan budaya yang berkembang dimasyarakat. Karenanya, pengajaran Sosiologi perlu semakin tanggap dansensitif terhadap perkembangan di masyarakat dan selalu siap dengan pemikiran kritis dan alternatif menjawab tantangan yang ada.
Melihat masa depan masyarakat kita, Sosiologi semakin dituntut untuk tanggap terhadap isu globalisasi yang didalamnya mencakup demokratisasi,meliputi desentralisasi dan otonomi, penegakkan HAM, good governance (kepemerintahan yang baik), emansipasi, kerukunan hidup bermasyarakat dan masyarakat yang demokratis dengan cara: 
  • Menyeimbangkan antara fungsi pengambilan keputusan, fungsi pencerahan dari keterbatasan, keterkungkungan dan kemerosotansosial (dehumanisasi). 
  • Lebih menekankan induksi dari pada deduksi.Melakukan penilaian yang seimbang antara kognisi, keterampilan,afeksi, yang diwujudkan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa,dimulai dari mengenali, mengidentifikasi, menganalisis, memaparkan, menafsirkan, memahami, menjelaskan, mensikapi sampai mengkritisi.  
  • Menjawab tantangan sekarang dan yang akan dihadapi di masa depan dalam pengembangan sumber daya manusia, maka perlu dilakukan peninjauanKurikulum 1994 berdasarkan kompetensi dasar. Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. 
  • Dengan demikian, pembelajaran sosiologi berperan sebagai wahana pengembangan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pemahamannya terhadap fenomena kehidupan seharihari.Sebagai wahana pengembangan kemampuan siswa, materi pelajaran mencakup konsep-konsep dasar, pendekatan, metode, dan teknik analisis dalam pengkajian berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui dalamkehidupan nyata hidup bermasyarakat. Materi tersebut sekaligus menjadipengantar bagi siswa-siswa yang berminat mendalami sosiologi lebih lanjut
B.     Pengertian
Sosiologi pada dasarnya mempunyai dua pengertian dasar yaitu sebagai ilmu dan sebagai metode. Sebagai ilmu, Sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan tentang masyarakat dan kebudayaan yang disusun secara sistematis berdasarkan analisis berpikir logis. Sebagai metode, Sosiologi adalah cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat dengan prosedur dan teori yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
  1. Fungsi dan Tujuan
1. Fungsi
Pengajaran Sosiologi di Sekolah Menengah berfungsi untuk meningkatkan kemampuan siswa mengaktualisasikan  potensi-potensi diri mereka dalam mengambil dan mengungkapkan statusdan peran masing-masing dalam kehidupan sosial dan budaya yangterus mengalami perubahan.
2. Tujuan
Tujuan pengajaran sosiologi di Sekolah Menengah pada dasarnya mencakup dua sasaran yang bersifat kognitif dan bersifat praktis. Secarakognitif pengajaran Sosiologi dimaksudkan untuk memberikanpengetahuan dasar Sosiologi agar siswa mampu memahami danmenelaah secara rasional komponen-komponen dari individu,kebudayaan dan masyarakat sebagai suatu sistem. Sementara itu sasaranyang bersifat praktis dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan sikap dan perilaku siswa yang rasional dan kritis dalam menghadapi kemajemukan masyarakat, kebudayaan, situasi sosial sertaberbagai masalah sosial yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
  1. Ruang Lingkup
Ruang lingkup mata pelajaran sosiologi adalah sebagai berikut:
1.      sosiologi sebagai ilmu dan metode
2.      interaksi sosial
3.      sosialisasi
4.      struktur sosial
5.      kebudayaan
6.      perubahan sosial budaya
  1. Standar Kompetensi Pelajaran
Standar Kompetensi mata pelajaran sosiologi , yaitu:
1.      Memahami realitas sosial dalam keanekaragaman budaya dan masyarakat yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Memahami struktur dan dinamika sosial budaya, serta dapat memahami arti penting sosiologi dan antropologi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
3.      Menganalisis secara kritis dan menentukan sikap dalam situasi sosial yang dihadapi dengan ditunjukkan oleh kemampuan menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat.
4.      Melangsungkan komunikasi sosial dengan berbagai pandangan dan pendirian yang dijumpai dalam kehidupan sosial.
  1. Rambu - Rambu
  1. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan pedoman bagipengembang kurikulum di daerah untukmenyusun silabus yangakan digunakan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengelolaproses belajar mengajar di sekolah.
  2. Pemahaman pengembang kurikulum di daerah terhadap kurikulummerupakan syarat mutlak agar dapat menyusun silabus sesuaidengan kebutuhan daerah.
  3. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, metode dan sumberbelajar yang digunakan tidak dicantumkan secara khusus agarguru dapat mengembangkan kurikulum secara optimal berdasarkan kompetensi yang harus dicapai dan disesuaikandengan kondisi setempat. Dalam penggunaan sumber belajar,dianjurkan jangan menggunakan sumber yang seragam. Biarkansiswa menggunakan sebanyak mungkin referensi yang relevan.Ini bukan berarti siswa harus memiliki banyak buku, melainkanharus banyak baca buku.
  4. Penggunaan jam tatap muka diharapkan seefisien mungkin,terutama menyangkut hal-hal baru yang perlu diinformasikan secara klasikal, membantu siswa dalam memecahkan masalah yang ditemuiketika mereka belajar mandiri, atau untuk melakukan konfirmasitentang hal-hal yang belum dipahami sepenuhnya oleh siswa. Untukpengembangan selanjutnya diupayakan agar siswa banyak belajar dari pengalaman sendiri, interaksi dengan teman sebaya, ataumasyarakat saat berada di luar kelas.
  5. Pendekatan pembelajaran sosiologi adalah pendekatan pembelajaran aktif yang memfungsikan guru, siswa dan sarana belajar secara sinergi. Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan memperhatikan hal hal sebagai berikut:
a.       Keseimbangan antara kognisi, keterampilan, afektif dankeseimbangan antara deduksi dan induksi.
b.      Penyajian materi perlu menggunakan ilustrasi (contoh,deskripsi, gambar) dan pemberian tugas secara aktif.
c.       Proses pembelajaran dilakukan dengan upaya memfasilitasitumbuhnya dinamika kelompok di dalam kelas, sehinggaterwujud siswa yang mandiri dalam belajar.
  1. Pengorganisasian materi pengajaran sosiologi berdasarkan struktur keilmuan.
  2. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam mempelajari konsep-konsep sosiologi siswa dimungkinkanuntuk mencari, mengolah, dan mengkomunikasikan informasitentang masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya denganmemanfaatkan teknologi informasi
Para siswa dapat membaca buku, majalah, atau surat kabar yangmemuat tulisan atau artikel mengenai masalah yang berkaitandengan masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya. Untukmemahami posisi tulisan atau artikel tersebut serta untuk memahamikebijakan apa yang ditawarkan untuk memecahkan masalah, tentusaja para siswa harus membacanya dengan seksama dan tidak cukupsatu kali. Bawalah bahan-bahan yang diperoleh ke kelas. Beritahukanlah bahan-bahan tersebut kepada guru dan teman sekelas. Para siswa juga dapat didorong untuk mencari dan mendengarkan laporan berita pada televisi atau radio yang berkenaan dengan masalah masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya serta kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah tersebut. Bawalah informasi tersebut ke kelas untuk diberitahukan kepada guru dan teman sekelas.





KOMPETENSI DASAR, INDIKATOR, DAN
MATERI POKOKPROGRAM STUDI ILMU SOSIAL
Kelas : X
Standar Kompetensi : 1. Kemampuan memahami nilai dan norma dalam membentuk keteraturan hidup bermasyarakat.
No
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
1.
Kemampuan
menganalisis peranan
sosiologi dan
antropologi dalam
mengkaji masyarakat
sebagai sistem sosial
budaya yang dinamis
·      Mendeskripsikan konsep konsep dasar dan metode-metode sosiologi dan antropologi
·      Mendeskripsikan konsep-konsep tentang realitas sosial budaya
·      Mendeskripsikan hubungan antaraberbagai konseptentang realitas sosial budaya
·      Mengidentifikasi data sosiologis dan antropologis tentang fenomena sosial di lingkungan setempat
Sosiologi dan
antropologi sebagai
Ilmu tentang perilaku
sosial dalam
masyarakat
2.
Kemampuan
menganalisis interaksi
sosial sebagai dasar
pembentukan pola
keteraturan dan
dinamika sosial
budaya
·      Mendeskripsikan Faktor-faktor  yang mendorong  terjadinya interaksi sosial
·      Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi yang mendorong terciptanya lembaga, kelompok, dan organisasi sosial
·      Mendeskripsikan proses pembentukan lembaga, kelompok, dan organisasi sosial
·      Mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dan dinamika sosial budaya
Interaksi sosial dalam
dinamika sosial
budaya
3.
Kemampuan
menganalisis proses
sosialisasi dalam
pembentukan
kepribadian
·      Mendeskripsikan peran nilai dan norma sosial dalam proses sosialisasi
·      Mendeskripsikan proses sosialisasi
·      Mengidentifikasi faktor-faktor membentuk kepribadian
·      Membuat tulisan berdasarkan data sekunder atau primer tentang hubungan pembentukan
kepribadian denga, kebudayaan
Sosialisasi dan
pembentukan
kepribadian
4.
Kemampuan
menganalisis
terjadinya perilaku
menyimpang
·      Mengindentifikasi terjadinya perilaku menyimpang sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna
·      Mengklasifikasi jenis-jenis Lembaga pengendalian sosial
·      Menguraikan berbagai cara pengendalian sosial
·      Memberikan opini atau ulasan tentang akibat tidak berfungsinya lembaga pengendalian sosial.
Perilaku menyimpang
dan pengendalian
sosial

PROGRAM STUDI ILMU SOSIAL
Kelas : XI
Standar Kompetensi : 1. Kemampuan menganalisis berbagai faktor penyebab konflik sosial dan dampaknya serta memberikan alternatif pemecahannya.
No
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
1.
Kemampuan
menganalisis konflik
dan integrasi sosial
·         Mengidentifikasi
berbagai konflik dalam
masyarakat
·         Membedakan konflik
dengan kekerasan
·         Mendeskripsikan
sebab-sebab konflik
dalam masyarakat
·         Mengidentifikasi
bentuk-bentuk
integrasi sosial
·         Mendeskripsikan
faktor-faktor pendorong
integrasi sosial
Konflik dan integrasi
sosial
No
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
2.
Kemampuan
menganalisis bentukbentuk
struktur sosial
·         Mendeskripsikan
pengertian struktur
sosial
·         Mendeskripsikan
faktor-faktor
pembentuk
ketidaksamaan sosial
·         Mengidentifikasi
diferensiasi sosial
(berdasarkan ras,
etnis, agama, dan
jender) dan berbagai
bentuk stratifikasi
sosial di masyarakat
·         Membedakan berbagai
pengaruh diferensiasi
dan stratifikasi sosial
berdasarkan
pengamatan atau
kasus yang terdapat di
masyarakat
Diferensiasi dan
stratifikasi sosial
3.
Kemampuan
menganalisis
konsekuensi
perubahan struktur
sosial
·         Mendeskripsikan
berbagai konsekuensi
diferensiasi sosial dan
stratifikasi sosial
·         Mendeskripsikan
konsekuensi dari
perubahan konsolidasi
dan interseksi
terhadap diferensiasi
dan stratifikasi sosial
·         Memberikan gagasan
tentang langkahlangkah
penanganan
sosial budaya menuju
integrasi sosial
Konsekuensi bentukbentuk
struktur sosial
terhadap konflik dan
integrasi sosial
No
Kompetensi dasar
Indikator
Materi Pokok
4.
Kemampuan
menganalisis
dinamika kebudayaan
·         Mengidentifikasi
unsur-unsur
kebudayaan
·         Mendeskripsikan
hubungan antara
unsur-unsur
kebudayaan yang
terdapat di masyarakat
·         Mendeskripsikan
dinamika unsur-unsur
kebudayaan
Dinamika kebudayaan
5.
Kemampuan
mengembangkan
sikap dalam
masyarakat
multikultural
·         Memberi contoh
tentang masalahmasalah
yang
ditimbulkan oleh
keanekaragaman dan
·         perubahan kebudayaan Mengungkapkan
alternatif pemecahan
masalah yang
ditimbulkan oleh
keanekaragaman dan
perubahan
kebudayaan
berdasarkan potensi
lokal dan nasional
·         Menentukan sikap
yang kritis terhadap
hubungan
keanekaragaman dan
perubahan
kebudayaan
·         Mengembangkan sikap
toleransi dan empati
sosial terhadap
hubungan
keanekaragaman dan
perubahan
kebudayaan
Kehidupan masyarakat
multikultural

PROGRAM STUDI ILMU SOSIAL
Kelas : XII
Standar Kompetensi : 1. Kemampuan membiasakan diri untuk berperilaku yang tepat dalam menghadapi pengaruh atau tantangan perubahan sosial
No
Standar Kompetensi
Indikator
Materi Pokok
1.
Kemampun
menganalisis
mobilitas sosial dalam
kehidupan sosial
budaya
·           Membedakan jenis-jenis mobilitas sosial
·           Mendeskripsikan proses terjadinya mobilitas sosial
·           Mengidentifikasi dampak mobilitas sosial
Mobilitas Sosial
2.
Kemampun
menganalisis
perubahan sosial
budaya di masyarakat
·          Mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan sosial budaya
·          Mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial budaya
·          Memberi contoh dampak perubahan sosial budaya sebagai akibat modernisasi dan globalisasi
·          Mengidentifikasi tantangan  global terhadap eksistensi jati-diri bangsa
·          Mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa
Perubahan sosial
budaya
3.
Kemampun
merancang dan
melakukan penelitian
sederhana tentang
perubahan sosial
budaya
·           Merumuskan masalah Penelitian
·           Merumuskan rancangan penelitian sosial budaya
·           Memilih metode penelitian
·           Mengumpulkan dan mengolah data hasil penelitian
·           Membuat laporan penelitian
·           Mempresentasikan hasil penelitian
Penelitian sosial
budaya


Daftar Pustaka
Depdiknas. 2003. Jakarta: Kurikulum  Standar Kompetensi (Mata Pelajaran Sosiologi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar